Print 

 

Aritmia / Gangguan listrik jantung.

Aritmia pada jantung adalah irama yang abnormal, kadang lambat, cepat dan tidak teratur. Berbagai irama jantung yang abnormal yang dikenal sebagai aritmia jantung sering terjadi setelah serangan jantung merusak otot jantung. Ritme jantung yang abnormal bisa tidak berbahaya, artinya tidak dapat merusak. Tetapi sebaliknya, arimia yang serius dapat berakhir pada kematian mendadak. Dalam irama jantung yang tidak normal, yang melambat biasanya dikenal dengan bradikardia/bradiaritmia. Sedangkan irama yang cepat sering disebut takikardia/takiaritmia. Biasanya dalam kebanyakan kasus, jika terkena gangguan ini, pasien memerlukan pacu jantung buatan. Merupakan suatu alat elektrik yang mengaktivasikan jantung dengan baterai, tujuannya adalah untuk mendapatkan satu irama jantung yang tetap perlahan. Tapi sebaliknya, biasanya kalau untuk irama yang cepat, pasien dianjurkan untuk meminum obat yang diresepkan. Arimia jantung/disritmia jantung, mungkin tampak sebagai denyut jantung yang terlalu cepat, terlalu lamban, atau bahkan tidak beraturan. Stress, rokok, kafein dan alkohol menjadi rangsangan utama dalam timbulnya aritmia jantung, walau pun kadang seseorang tersebut sedang nampak sehat. Secara klinis, aritmia yang signifikan biasanya terjadi pada orang dewasa yang lebih tua dengan penyakit arteri koroner ketika system listrik jantung terganggu. Aritmia yang serius umumnya ialah produk-samping dari penyakit arteri koroner yang merusak jantung, khususnya yang merupakan akibat dari serangan jantung. Aritmia yang mengancam nyawa, khususnya fibrilasi ventricular, harus dihentikan dalam beberapa menit untuk mencegah kematian tiba-tiba, khususnya pada pasien yang mengalami serangan jantung akut. Terkesan sekilas aritmia cukup sederhana, tapi akan menjadi sebaliknya bila dibiarkan tanpa ada tindakan apa pun. Banyak kasus seperti paparan di atas terjadi,

Satu diantaranya dialami oleh pak Adrian 49 tahun. Beliau sekilas Nampak sehat, irama jantungnya yang kadang cepat atau bahkan melemah menjadi hal biasa. Dibiarkan cukup lama dengan kondisi seperti itu, tapi lama-kelamaan semakin tak karuan, karena adakalanya jantung seperti melompat (mengalami palpitasi), tubuh pun menjadi lemah. Loncatan atau denyut jantung yang cepat sering dikenal sebagai kontraksi premature. Dimana jantung berdenyut lebih cepat dari siklus jantung biasanya, dan sesewaktu menginterupsi irama jantung regular. Fibrilasi ventricular (FV) adalah aritmia paling serius dan mengancam nyawa. Pada FV rangsangan jantung muncul dari bilik memproduksi irama jantung yang cepat, tidak teratur dan kacau tanpa kegiatan memompa. Keadaan seperti itulah yang amat dihawatirkan bapak dengan satu putra ini. FV membuat denyut dari 120 sampai 160 detak per menit. Ini membuat ketidaknyaman pada kasus rata-rata aritmia, kebanyakan untuk aritmia serius, pasien merasakan nyeri didada dan sesak napas. Atau bahkan batuk secara periodic dan berefek lelah dan lemah, pusing dan kadang rasa seolah ingin pingsan.Selalu diselimuti rasa hawatir yang tak berkesudahan, dalam sebuah tayangan pengobatan alternative dengan metode herbal dan lintah disebuah stasiun televise swasta, akhirnya bapak berdarah jawa ini pun mencoba untuk mencari solusi lewat “terapi hirudo”. Akhir November beliau memulainya, dalam perjalanan pengobatan tersebut belum ada perubahan yang signifikan, dan beliau pun merasa percuma, tapi lagi-lagi sang istri pun meyakin hati beliau karena masih terlalu dini untuk melihat hasil yang nyata karena kerja herbal yang alami membuat semuanya berproses tanpa paksaan dari tambahan zat-zat lain karena dari hirudo sendiri menjaga kualitas adalah hal yang utama, murni dari tumbuhan dan prosesnya pun bersumber pada kealamian tumbuhan yang digunakan sebagai inti dari herbal.Pertengahan desember pak Adrian mulai bernapas lega. Secara psikologi beliau lebih tenang karena loncatan-loncatan yang sering dirasakan pada irama jantungnya mulai memudar, memang masih ada tapi intensitasnya tak sehebat kemaren-kemaren. Merasa makin mantap beliau pun ingin membuktikannya secara medis. Desember akhir, beliau pergi kedokter jantung dan melakukan serangkaian pemeriksaan. Dari EKG hingga echo, ternyata penjelasan dokter sesuai dengan apa yang dirasakannya, irama jantung pak Adrian telah normal, bahkan tergolong sangat baik. Beliau begitu terharu, penantiannya kini telah membuahkan hasil. Keraguannya pada terapi Hirudo tak terbukti, kini disesi terakhir pengobatan diawal Januari, pak Adrian berharap untuk selalu sehat, semoga dirinya tidak lagi sakit seperti dulu.