Translate Here

HirudoClinic Traffic

Today44
Yesterday58
This week102
This month788
Total150364

  • IP: 54.226.132.197
  • Browser: unknown
  • Browser Version: unknown
  • Operating System: unknown

3
Online




Perbandingan sebelum dan sesudah minum ramuan herbal Hirudo

Sebelum Minum Ramuan Herbal Hirudo

Sesudah Minum Ramuan Herbal Hirudo

Ada plak di saluran yg perlu dilakukan pemasangan ring atau by pass, sebagian masih lunak. Plak tersebut menyempitkan saluran sebesar 70-90% berdasarkan hasil pemeriksaan kateter

Setelah minum ramuan herbal Hirudo selama 3 s/d 6 bulan. Hasil kateter menunjukkan perubahan yang sangat mengejutkan. Plak hanya tersisa 30-50%. Hasil setiap pasien akan berbeda-beda.

Mengapa setelah pemasangan ring maupun by pass tidak lama kemudian masih ada keluhan? Karena tindakan dilakukan pada saluran yang terhambat saja (menyempit).

Terapi Hirudo mengobati dari darah dan system sirkulasi. Sehingga semua saluran besar, kecil maupun micro akan terbuka dan kualitas kerja jantung akan membaik kembali.

CT Scan jantung menunjukkan serabut halus pembuluh darah yang terhambat sehingga terlihat hanya sebagian.

CT Scan setelah pengobatan 3 s/d 6 bulan menunjukkan saraf koroner dan serabut halus yang terlihat jelas.

Pasien gangguan jantung biasanya minum obat penenang / anti depresi. Karena rasa takut tanpa sebab dan kecemasan berlebih.

Setelah minum ramuan Hirudo dalam 2 minggu, tidak diperlukan lagi obat penenang tersebut. Karena kondisi pasien sudah lebih stabil dan percaya diri.

Pasien yang memakai oksigen karena sesak dan sulit bernafas.

Setelah pengobatan 1 s/d 2 minggu tidak memerlukan lagi bantuan oksigen.

Stenosis dalam istilah medis bukan hal yang baru dan jarang terdengar. Begitu sering dialami bagi para lanjut usia bahkan kalangan paruh baya sekalipun (usia di atas 40 tahun). Stenosis atau yang sering dikenal dengan istilah penyempitan dipembuluh darah koroner bukanlah hal baru. Dasar awal dari masalah infarksi miokardial adalah adanya stenosis ini.Infarksi adalah jaringan mati, sedangkan miokardial berarti otot jantung. Jadi kesimpulan dari infarksi miokardial adalah kematian jaringan pada otot jantung, atau sering dikenal oleh masyarakat awam adalah “serangan jantung”.Jantung kita memiliki dua arteri koroner utama. Arteri koroner kanan dan kiri. Dengan jumlah cabang yang banyak dan kecil, arteri-arteri koroner ini, seperti arteri-arteri lainnya yang memasok darah kebagian tubuh lainnya; bercabang dari aorta. Jantung kita harus menerima oksigen dan bahan makanan yang perlu secara konstan dari arteri-arteri koroner ini dan bukannya dari darah yang melewati serambi jantung. Arteri koroner relative kecil, dengan diameter sekitar 2 sampai 3 mm pada jantung yang normal. Paparan di atas, sekilas tentang begitu banyaknya masalah yang dihadapi jantung sebagai inti organ dari kehidupan, seperti yang kita tahu bahwa jantung adalah organ vital yang memang harus terjaga kesehatannya.

Seperti bapak berusia 56 tahun ini. Bapak berdarah batak ini sudah begitu lelah karena seringkali masuk rumah sakit dengan problem yang sama.Awal tahun 2000, mendapat serangan dan dilarikan kerumah sakit Pekan Baru, Riau selama 7 hari. Karena peralatan tak memadai akhirnya dirujuk kerumah sakit swasta di Jakarta dan dilakukan kateterisasi. Selanjutnya dilakukan pemasangan 2 ring/stent di Malaka, Malaysia.             Tujuh tahun kemudian, mendapat serangan kembali; dan perlu diketahui selama kurun waktu 7 tahun pasca pemasangan ring nyeri dada kiri masih tetap ada namun intensitasnya tak sehebat ketika sebelum pemasangan ring. Sesak napas, nyeri dada kiri / kanan dan sakit pinggang kini semua kembali muncul. Olah raga ringan pada hal sudah rutin dilakukan oleh pak Ismail, namun demikian lagi-lagi beliau harus masuk rumah sakit selama 5 hari. Selanjutnya karena masih rasa tidak nyaman, ditahun 2011 bapak 3 putra ini masuk kembali kerumah sakit yang berbeda, disana dilakukan serangkaian tes, dari EKG, echo dan lainnya. Hasil tes menunjukan adanya stenosis (penyempitan) lagi.Karena merasa lelah wara-wiri kebanyak rumah sakit, akhirnya beliau memutuskan untuk menkonsumsi obat yang diresepkan dokter. Konsekuensinya seringkali pinggang terasa sakit dan panas, dada pun tetap ada rasa nyeri hingga tembus punggung dan bahu bahkan hingga rahang. Melihat sang suami dalam keputusasaan, ibu Vonny pun mencari info tentang solusi lain untuk problem jantung, tapi lagi-lagi hatinya tidak yakin dengan metode yang di infokan tersebut. Hingga pada suatu ketika, putra bungsunya melihat sebuah tayangan info kesehatan ala ‘terapi hirudo” ditelevisi swasta, disitulah muncul keinginan mencoba, karena menurutnya “terapi hirudo”lebih bisa diterima logika dan akal sehatnya.Pertengahan November bapak yang masih aktif dikesatuannya ini pun, berjalan penuh doa dan harapan; mengikuti pengobatan secara continue. Bukan hal yang mudah melewati prosesnya karena ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan, seperti mengangkat beban berat dan memakan makanan yang dilarang karena dapat mengganggu kinerja jantung.Hal utama yang dirasa adalah, napas jadi lebih teratur, detaknya mulai normal dan sakit pinggang bertahun-tahun pun memudar. Bagaimana pun hasilnya yang utama adalah bila pasien mengikuti aturan yang dibuat maka hasil pun akan jauh lebih baik karena segala sesuatu harus diawali dari hati pasien itu sendiri. Sejauh mana keinginannya untuk sembuh, maka bisa ada kerjasama untuk saling membantu dalam satu ikatan hati dan doa, “terapi hirudo” hanya sebagai solusi tapi semua keputusan ada dihati pasien, jadi yakinlah untuk sembuh karena segala apa yang sakit Tuhan sudah siapkan obatnya.

 

 

Aritmia pada jantung adalah irama yang abnormal, kadang lambat, cepat dan tidak teratur. Berbagai irama jantung yang abnormal yang dikenal sebagai aritmia jantung sering terjadi setelah serangan jantung merusak otot jantung. Ritme jantung yang abnormal bisa tidak berbahaya, artinya tidak dapat merusak. Tetapi sebaliknya, arimia yang serius dapat berakhir pada kematian mendadak. Dalam irama jantung yang tidak normal, yang melambat biasanya dikenal dengan bradikardia/bradiaritmia. Sedangkan irama yang cepat sering disebut takikardia/takiaritmia. Biasanya dalam kebanyakan kasus, jika terkena gangguan ini, pasien memerlukan pacu jantung buatan. Merupakan suatu alat elektrik yang mengaktivasikan jantung dengan baterai, tujuannya adalah untuk mendapatkan satu irama jantung yang tetap perlahan. Tapi sebaliknya, biasanya kalau untuk irama yang cepat, pasien dianjurkan untuk meminum obat yang diresepkan. Arimia jantung/disritmia jantung, mungkin tampak sebagai denyut jantung yang terlalu cepat, terlalu lamban, atau bahkan tidak beraturan. Stress, rokok, kafein dan alkohol menjadi rangsangan utama dalam timbulnya aritmia jantung, walau pun kadang seseorang tersebut sedang nampak sehat. Secara klinis, aritmia yang signifikan biasanya terjadi pada orang dewasa yang lebih tua dengan penyakit arteri koroner ketika system listrik jantung terganggu. Aritmia yang serius umumnya ialah produk-samping dari penyakit arteri koroner yang merusak jantung, khususnya yang merupakan akibat dari serangan jantung. Aritmia yang mengancam nyawa, khususnya fibrilasi ventricular, harus dihentikan dalam beberapa menit untuk mencegah kematian tiba-tiba, khususnya pada pasien yang mengalami serangan jantung akut. Terkesan sekilas aritmia cukup sederhana, tapi akan menjadi sebaliknya bila dibiarkan tanpa ada tindakan apa pun. Banyak kasus seperti paparan di atas terjadi,

Satu diantaranya dialami oleh pak Adrian 49 tahun. Beliau sekilas Nampak sehat, irama jantungnya yang kadang cepat atau bahkan melemah menjadi hal biasa. Dibiarkan cukup lama dengan kondisi seperti itu, tapi lama-kelamaan semakin tak karuan, karena adakalanya jantung seperti melompat (mengalami palpitasi), tubuh pun menjadi lemah. Loncatan atau denyut jantung yang cepat sering dikenal sebagai kontraksi premature. Dimana jantung berdenyut lebih cepat dari siklus jantung biasanya, dan sesewaktu menginterupsi irama jantung regular. Fibrilasi ventricular (FV) adalah aritmia paling serius dan mengancam nyawa. Pada FV rangsangan jantung muncul dari bilik memproduksi irama jantung yang cepat, tidak teratur dan kacau tanpa kegiatan memompa. Keadaan seperti itulah yang amat dihawatirkan bapak dengan satu putra ini. FV membuat denyut dari 120 sampai 160 detak per menit. Ini membuat ketidaknyaman pada kasus rata-rata aritmia, kebanyakan untuk aritmia serius, pasien merasakan nyeri didada dan sesak napas. Atau bahkan batuk secara periodic dan berefek lelah dan lemah, pusing dan kadang rasa seolah ingin pingsan.Selalu diselimuti rasa hawatir yang tak berkesudahan, dalam sebuah tayangan pengobatan alternative dengan metode herbal dan lintah disebuah stasiun televise swasta, akhirnya bapak berdarah jawa ini pun mencoba untuk mencari solusi lewat “terapi hirudo”. Akhir November beliau memulainya, dalam perjalanan pengobatan tersebut belum ada perubahan yang signifikan, dan beliau pun merasa percuma, tapi lagi-lagi sang istri pun meyakin hati beliau karena masih terlalu dini untuk melihat hasil yang nyata karena kerja herbal yang alami membuat semuanya berproses tanpa paksaan dari tambahan zat-zat lain karena dari hirudo sendiri menjaga kualitas adalah hal yang utama, murni dari tumbuhan dan prosesnya pun bersumber pada kealamian tumbuhan yang digunakan sebagai inti dari herbal.Pertengahan desember pak Adrian mulai bernapas lega. Secara psikologi beliau lebih tenang karena loncatan-loncatan yang sering dirasakan pada irama jantungnya mulai memudar, memang masih ada tapi intensitasnya tak sehebat kemaren-kemaren. Merasa makin mantap beliau pun ingin membuktikannya secara medis. Desember akhir, beliau pergi kedokter jantung dan melakukan serangkaian pemeriksaan. Dari EKG hingga echo, ternyata penjelasan dokter sesuai dengan apa yang dirasakannya, irama jantung pak Adrian telah normal, bahkan tergolong sangat baik. Beliau begitu terharu, penantiannya kini telah membuahkan hasil. Keraguannya pada terapi Hirudo tak terbukti, kini disesi terakhir pengobatan diawal Januari, pak Adrian berharap untuk selalu sehat, semoga dirinya tidak lagi sakit seperti dulu.

 

 

Susanti 36 thn ( jantung bengkak)

Dianogsa medis saya menderita jantung bengkak, tadinya saya tidak akan bisa tidur dalam posisi miring kekiri, bila tanpa sengaja tertidur ke posisi kiri sesak dan ada perasaan seperti terlelap/tenggelam yg akan menbangungkanku dan nafas langsung tersengal sengal. Keadaan ini telah saya alami dua tahun terakhir tanpa daya, padahal saya termasuk orang yang tepat waktu bila harus kontrol ke dokter juga obat yang harus diminum tidak pernah terlewatkan. Saya coba untuk mengikuti terapi di klinik hirudo pada tanggal 10 Desember 2011 diminggu kedua herbal botol ke 4 keluhan jantung bengkak saya benar benar telah tidak terasa lagi. Saat ini tidur diposisi kiri maupun tengkurap sekalipun tidak ada rasa yang menggangu lagi. Tenaga dan aktifitas keseharianku seperti masa remaja kembali.  Selalu kupanjatkan doa  pada Tuhan yang maha kuasa atas kesembuhan ini .

PENYUMBATAN ARTERI KORONER MENGHARUSKANKU UNTUK “BYPASS”

Tingginya tekanan darah dan kolesterol LDL, selalu menjadi penyebab utama untuk orang-orang yang memiliki masalah dengan jantung. Pola hidup, selalu menjadi sorotan ketika seseorang mengalami serangan jantung. Faktor stress dan pola makan sering menyebabkan tekanan darah seseorang naik tiba-tiba, ini yang bahaya. Pola makan yang tinggi kolesterol LDL bisa berdampak menumpuknya plak atau ateroma pada dinding arteri koroner yang pada akhirnya akan menghambat sirkulasi darah koroner yang berefek serangan jantung. Pada aterosklerosis, sel-sel darah yang disebut trombosit (sejenis sel darah yang mempercepat pembentukan bekuan darah) sering menggumpal sampai kelapisan dalam arteri koroner. Proses ini mempercepat penumpukan endapan-endapan lemak.Angina pectoris sering merupakan gejala pertama dari penyakit arteri koroner. Dalam kasus serangan jantung, seringkali angina mungkin mendahului serangan jantung dalam beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan sebelum serangan. Angina disebabkan karena kurangnya pasokan darah ke otot jantung (miokardium) sebagai akibat dari satu atau lebih arteri koroner yang menyempit. Biasanya alternative yang harus dilakukan dalam mengatasi penyumbatan diarteri koroner adalah dengan cara di sten (merupakan pipa berlubang dari logam yang digunakan dalam PTCA untuk mencegah penyempitan kembali pada arteri koroner), dan bila dengan cara tersebut masih terjadi kebuntuan maka cara lain harus dilakukan. Sebuah CABG (coronary artery bypass graft) membuat suatu bypass (pintasan) untuk menstabilkan kembali sirkulasi darah di sekeliling segmen arteri koroner yang tersumbat. Paling lazim, urat darah saphenous yang diambil dari kaki dipasang sebagai pembuluh darah bypass sehingga darah bisa mengalir memutari penyumbatan dari aorta (belalai arteri terbesar) ke arteri koroner.

Sama halnya yang dialami oleh bapak berdarah batak ini. Pencangkokan bypass arteri koroner, itu yang harus dijalani pak Pirton 64 tahun. Bapak berdarah batak ini tidak lagi harus pasang ring / sten, karena penyumbatan yang dialaminya terlalu besar. Dokter langsung sarankan untuk bypass. Penyumbatan dan pembesaran otot jantung membuatnya harus keluar masuk rumah sakit jantung di Jakarta. Tahun 2010 Oktober beliau mendapat serangan dan masuk ruang ICU selama tujuh hari, dan satu tahun kemudian dibulan yang sama kembali masuk ICU selama lima hari dengan kasus yang sama pula. Bapak yang menetap di Jambi ini pun mulai bingung karena harus mengalami hal serupa, dan beliau pun merasa tidak nyaman karena harus bolak-balik antara Jambi dan Jakarta; karena peralatan dirumah sakit daerah tidak memadai. Mengingat ada keraguan dalam memutuskan antara mau bypass atau tidak, membuat pak Pirton mengulur waktu untuk menunda operasi tersebut. Banyaknya refprensi dari pasien yang telah di bypass yang mengatakan mereka masih sering merasakan nyeri di dada dan ketaknyamanan lainnya membuat bapak bertubuh tinggi ini masih pikir-pikir. Masih dibulan yang sama, Oktober 2011. Saat itu beliau masih tinggal di Jakarta; dirumah putrinya yang berdomisili di Jakarta Barat. Situasinya masih belum stabil, walaupun baru beberapa hari lalu keluar dari rumah sakit tapi kondisi pak Pirton masih sangat lemah, sampai akhirnya dipertengahan bulan salah satu keluarga ada yang melihat secara live ditelevisi swasta pengobatan alternative oleh hirudo. Ada ketertarikan dihati pak Pirton untuk mencobanya. Hanya selang beberapa hari pak Pirton langsung meluncur ke Terapi Hirudo. Walau usianya sudah 64 tahun tapi terlihat sekali kalau beliau punya motivasi hidup yang tinggi. Semangatnya begitu luar biasa, beliau sangat yakin bahwa ini adalah jalan Tuhan yang terbaik yang diberikan untuknya. Tiap kali kunjungan, selalu saja beliau aktif bercerita tentang reaksi herbal tiap minggunya. Kadang tiap minggunya reaksi yang dirasa berbeda-beda; kadang enak kadang tidak. Beliau tidak panik menanggapi reaksi tersebut karena sebelumnya telah mendapat penjelasan dari Hirudo. Kini bapak murah senyum itu pun telah kembali ke Jambi, sisa herbal cukup dikirim melalui jasa kargo saja, beliau kembali sibuk dengan rutinitasnya, tidak perlu lagi wara-wiri Jambi-Jakarta, karena bagaimana pun rasa was-was; kekhawatiran akan serangan kembali telah pudar. Namun demikian menjaga pola makan dan hidup sehat tetap sangat ditekankan, karena bagaimana pun usia sangat berpengaruh dalam proses naik turunnya dalam menjaga imunitasseseorang, meminimalkan stress dan selalu berpikir positif, itu solusi yang terbaik.

KERUSAKAN KATUP JANTUNG YANG DI AWALI DENGAN PNEUMOTORAKS

Ada empat katup dalam jantung. Katup mitral terletak antara serambi kiri dan bilik kiri. Katup aortic berlokasi pada outlet dari bilik kiri. Kedua katup jantung ini terbuka dan menutup secara harmonis dan berirama untuk memungkinkan darah mengalir pada separuh kiri jantung. Sirkulasi dari separuh jantung lainnya dilakukan oleh katup tricuspid dan katup pulmoner. Katup tricuspid berlokasi antara serambi kanan dan bilik kanan serta katup pulmonik bertempat pada outlet bilik kanan. Bilik kanan memompa darah ke paru-paru kiri melalui arteri pulmoner setelah katup tricuspid menutup, dan katup pulmonik membuka untuk mengambil oksigen (darah yang kaya oksigen). Proses ini penting untuk kehidupan. Darah beroksigen ini kembali ke serambi kiri melalui vena pulmoner (pembuluh darah yang membawa darah beroksigen rendah dan produk-produk sisa kembali ke jantung dari berbagai organ dan jaringan) dan sekali lagi darah didorong ke bawah ke bilik kiri melalui katup mitral. Kesimpulannya tugas dari bilik kiri adalah memompa darah yang kaya oksigen dan nutrisi, keseluruh tubuh dan membawa darah yang sudah digunakan keserambi kanan. Diperlukan waktu 10 sampai 15 detik untuk keseluruhan sirkulasi system kardiovaskular (istilah untuk pembuluh jantung dan pembuluh darah). Tak terbayangkan bila katup jantung sakit atau rusak. Berbagai penyakit jantung memproduksi suara jantung yang abnormal dari segi waktu dan intensitas. Suara yang abnormal itu berasal dari katup yang sakit / rusak yang biasa disebut bising jantung, dan berbagai penyakit jantung dapat menyebabkan berbagai jenis desiran jantung, yang kadang begitu kuat terdengar sekalipun tidak menggunakan stetoskop. Sama halnya dengan pak Mansyur 34 tahun, beliau harus mengikuti serangkaian prosedur dalam menyelesaikan katup jantungnya yang bermasalah. Ada kebocoran hingga berakibat rusaknya katup jantung yang membuatnya harus mensetujui penggantian katup jantungnya yang rusak. Tapi tentunya dengan perasaan ragu yang begitu menghantuinya. Dengan berbagai pertimbangan, baik buruknya seolah berlomba-lomba mengisi pikiran hingga tugasnya sebagai pemimpin redaksi disalah satu majalah ternama sempat terbengkalai. Komplikasi antara masalah dengan jantung yang disertai problem dengan paru-paru begitu rumit untuk ditangani.

Banyaknya artikel yang harus dipertimbangkan kelayakannya, membuat bapak dua putra ini menjadi seorang perokok berat. baginya rokok dan kopi adalah sumber inspirasi, sumber energy dan ilham untuk membantunya memutuskan hal-hal terbaik dalam perjalanannya sebagai seorang jurnalis. Walau telah tahu betapa bahaya sedang mengintainya, tapi kebiasaan itu sulit dilepasnya, bahkan factor stress yang begitu menyiksa, membawanya pada titik jenuh dan semakin akrab dengan rokok. Semua itu memang telah ditinggalkannya, obat-obatan terlarang, rokok, kopi adalah masa lalu, yang tersisa kini hanyalah sebuah sesal karena beliau telah sakit. Kerusakan pada katup jantungnya dan komplikasi dengan pneumotoraks; merupakan kerusakan pada paru-paru, efeknya seperti sesak napas akut yang disertai dengan nyeri dada dan kucuran keringat. Rasa ragu untuk mengikuti operasi penggantian katup membawanya untuk mencari solusi lain. Beliau dan keluarga mendapatkan info seputar herbal dan terapi lintah di Terapi Hirudo. Oktober akhir 2011 diawalinya terapi dan herbal. Diambilnya alternative selain operasi penggantian katup karena menurut info yang didapat terlalu besar resikonya hingga keluarga pun seolah tidak menyetujui jalan itu. Napas yang seolah bergemuruh tidak teratur, dan batuk yang kadang membuat dada pun makin sakit mulai ada perubahan, walau tidak banyak tapi akan terasa sekali bila semua itu berkenaan dengan pernapasan. Tarikan napas jadi lebih panjang. Akhir November 2011 adalah kunjungan kelima, sudah lebih dari delapan botol herbal yang diminum pak Mansyur, kondisinya semakin baik, ada beberapa jenis obat yang diberikan dokter sudah tidak dikonsumsinya lagi. Beliau tidak mau ketergantungan dengan obat. Positifnya, beliau yang biasanya mudah sekali batuk bila beraktivitas yang dengan tempo waktu agak cepat dan napas pun jadi agak sesak kini mulai pulih. Yang lebih menggembirakan lagi adalah menurut info salah satu kerabat dekatnya yang kebetulan adalah seorang dokter disalah satu rumah sakit besar di Jakarta mengatakan tidak perlu lagi ada upaya penggatian katup karena kondisi pak Mansyur cukup stabil untuk saat ini. Bila tanpa operasi kondisinya mulai membaik, ya untuk apalagi dilakukan penggantian katup, begitu tutur salah satu keluarga beliau yang kebetulan berprofesi sebagai seorang dokter.

JANTUNG “Bengkak” & PENYUMBATAN DI ARTERI KORONER

Pak Soenarto (53 tahun) pernah berfikir tidak akan pernah lagi duduk di jok motor Harley Davidson miliknya karena kondisi jantung yang bermasalah. Pembesaran pada otot jantung disertai penyumbatan diarteri koroner membuatnya harus vakum dari aktivitas normal, banyak hal yang harus ditinggalkan karena melemahnya kondisi jantung bapak berdarah jawa ini. Rasa nyeri didada bagian kiri bahkan tembus kepunggung acapkali menyiksanya, napas pun menjadi berat, kondisi pak Narto pun melemah; dilarikan kerumah sakit terdekat di Jakarta selatan, dan tanggal 8 Februari 2011 dokter menyatakan “MI” / infarksi miokardial atau yang biasa dikenal serangan jantung. “MI” sendiri adalah peristiwa penyakit arteri koroner paling buruk. Kondisi ini merupakan akibat dari mampetnya satu atau lebih arteri koroner. “MI” terjadi ketika aterosklerosis yang hebat menyumbat pembuluh darah, oleh karenanya mengganggu sirkulasi darah melalui arteri koroner yang melayani wilayah otot jantung. Konsekuensinya, serangan jantung dimanifestasikan oleh jaringan yang mati pada sebagian otot jantung. Setelah melewati beberapa pemeriksaan medis; EKG, echo dan lain-lain, beliau pun harus masuk ICU, esoknya situasi itu pun kembali; terjadi serangan kedua. Karena kondisi semakin buruk dokter pun merujuk pak Soenarto kerumah sakit besar di Jakarta pusat. Akhirnya dipasang dua stent / ring dan dibalon. Proses selesai beliau pun kembali dirawat inap untuk pemulihan dirumah sakit semula. Melihat kondisi pak Soenarto makin baik dokter pun menyarankan untuk berobat jalan.

Tiap bulan bapak dengan dua putra ini pun selalu cek up kerumah sakit, obat-obatan pun harus diminum seumur hidup. Pada bulan ketiga pasca pemasangan ring dan balon dirasakan hal serupa seperti saat beliau belum diring, dada kiri sakit tembus kepunggung, ada rasa cemas, susah tidur dan lain-lain. Akhirnya dokter pun menyarankan untuk menambah jumlah ring, tapi setidaknya menunggu hingga sampai enam bulan pasca pemasangan ring terdahulu, itu artinya baru bisa dilakukan tiga bulan lagi. Karena tidak tahan dengan sakitnya, pak Soenarto dan keluarga pun mencari cara lain. Masih ditahun yang sama dibulan Mey, beliau melihat tayangan pengobatan alternative dengan metode lintah dan herbal ditelevisi. Merasa jenuh dan mual karena terus-menerus menkonsumsi obat-obatan yang beragam akhirnya diputuskan untuk mencoba terapi lintah dan herbal diklinik ‘Hirudo’. Tanggal 14 May 2011, beliau datang ke ‘Hirudo’, tekad dan harapan dititipkan pada klinik herbal tersebut. Bukan hal yang mudah untuk bersentuhan langsung dengan lintah yang terkesan menjijikan dan ekstrim untuk sebagian orang, tapi prasangka itu pun tidak berlangsung lama. Ada rasa dingin didada bagian kiri, napas pun jadi sedikit lebih lega ketika proses terapi berjalan. Terlebih keesokan harinya setelah penggunaan herbal beberapa gelas, kondisi semakin membaik, tapi walau demikian pak Soenarto belum boleh beraktifitas secara berlebih.

Setelah hampir dua bulan menjalani terapi lintah dan herbal, banyak perubahan positif yang didapat, bahkan tanpa disadari ketika atap rumah mengalami kebocoran, beliau dengan mudahnya naik keatap untuk melihat kondisi bocor pada genting rumahnya, kebetulan tukang kebun yang biasa digunakan jasanya untuk perbaiki genting yang retak sedang tidak ada, jadi dengan percaya dirinya pak Soenarto naik keatap dan mengganti genting yang rusak. Ada kebanggaan tersendiri bagi pak Soenarto karena bisa kembali menjalankan perannya sebagai laki-laki sejati karena mampu melindunggi keluarga dengan baik, setelah dua bulan beliau pun tidak lagi menggunakan herbal dan terapi karena dinyatakan telah pulih. Ada lagi yang lebih membahagiakan” tuturnya disela-sela wawancara dengan televisi swasta yang kebetulan saat itu sedang live dalam acaranya yang bertajuk kesehatan dalam pengobatan alternative. “saya bahagia karena bisa melepas kerinduan untuk mengendarai motor Harley kesayangan saya” begitu tuturnya diakhir acara pada televisi swasta Jakarta.

GANGGUAN IRAMA & PENYUMBATAN PADA PEMBULUH JANTUNG.

Rasa nyeri didada kiri begitu terasa. Ditahun 2000 semua bermula. Segala ketidaknyamanan; beragam keluhan dari napas yang agak tersengal bila berjalan, dan dada bagian kiri seperti ditekan, nyeri. Mudah lelah dan seolah melewati hidup dalam kesehariannya begitu berat, jadi semangat pun seolah hilang. Sebelas tahun bukanlah waktu yang sedikit untuk melewati beragam keluhan. Pola makan yang tidak sesuai dengan standar kesehatan pun menjadi penyebab utama tingginya Lipid / lemak dalam darah yang dialami pak Ruly 45 tahun. Kesibukan serta pola hidup modern membuat segalanya menjadi lebih praktis. Hingga menu dalam keseharian pun dipilih yang praktis. Cukup membeli masakan siap saji; tanpa memikirkan betapa besarnya resiko karena bahan pengawet serta zat-zat lain yang tak siap diterima oleh tubuh.Bapak dengan satu anak ini begitu mencintai pekerjaannya. Tuntutan hidup membuatnya jadi lupa waktu istirahat hingga banyaknya keluhan yang menyerang dirinya. Interior design adalah keahliannya, dan beliau pun banyak memegang proyek penting yang harus diselesaikan, tapi dengan kondisi yang sakit-sakitan semua seolah menjadi sulit.

Hasil treadmill ditahun 2000, tidak menunjukan hasil apa-apa. Dokter mengatakan jantung pak Ruly dalam keadaan normal. Ini sulit dipahami karena pada kenyataannya ada segudang keluhan yang selalu dirasakannya, ini membuat pak Ruly dan keluarga menjadi bingung. Penasaran karena kondisinya masih terus sakit bahkan semakin buruk, pak Ruly pun kembali masuk rumah sakit swasta di Jakarta. EKG (Elektrokardiogram), echo (Echocardiogram) pun dilakukan. Ada penyumbatan dipembuluh jantung dan kebocoran dikatup. Hasil yang mengagetkan. Banyaknya timbunan plak karena tingginya kolesterol LDL hingga terjadi penyumbatan dipembuluh darah hingga elastisitas pada dinding otot jantung pun mengeras / kehilangan kelenturannya. Kekentalan darah pun membuat kerja jantung dalam memompa jadi semakin keras dan sulit. Tindakan medis yang utama adalah diberikannya obat pengencer darah dan di flush (disemprot). Tindakan medis yang dilakukan tidak bertahan lama. Kondisi pak Ruly belum ada perubahan. Walau dokter menyarankan untuk melakukan EBCT (Electron beam computerized tomography) atau sering disebut CT scan ultrafast. Akhirnya ditahun 2011, akhir maret beliau memutuskan untuk menjalani terapi lintah & herbal diklinik Hirudo. Banyaknya testimonial yang tertera di web hirudo dengan kondisi yang sama dengan beliau membuatnya jadi bersemangat dan menaruh harapan pada klinik tersebut. Sempat ada keraguan dalam hatinya, mengingat begitu banyaknya metode pengobatan alternative yang menjanjikan namun tak sesuai dengan hasil yang didapat. Syukurlah di hirudo pak Ruly mencoba meyakini hatinya untuk sembuh, karena bagaimana pun sugesti diri sangatlah membantu untuk memotivasi diri agar pikiran pun selalu positif.

Dalam prosesnya kondisi pak Ruly naik turun. Ada saatnya beliau merasa segar tapi diminggu selanjutnya ada reaksi tertentu yang membuatnya merasa tidak nyaman. Walau demikian pak Ruly tetap menjalani terapi & herbal di hirudo karena sebelumnya beliau telah mendapat penjelasan bahwa itu adalah reaksi herbal; adanya perbaikan system dalam tubuh, dan semua itu tergantung metabolisme dalam tubuh, karena tidak semua pasien merasakan reaksi seperti yang dirasakan pak Ruly. Itu terjadi karena kondisi fisik & imunitas tubuh yang berbeda-beda. Langkahnya yang agak lemah dan napas seolah bergemuruh terasa berat mulai pudar. Keluarga pun begitu senang ketika berjalan-jalan sore kesuatu Mall pak Ruly melangkah lebih gagah dan cepat tanpa ada reaksi sesak napas. Biasanya ada perasaan asing bila ditengah keramaian seperti kekurangan oksigen hingga kepala mendadak pusing. Pada akhirnya, 14 Mey 2011 masa terapi di hirudo pun selesai. Kondisi pak Ruly berangsur pulih. Walau demikian menjaga pola makan tetaplah harus dilakukan. Karena apapun itu tidak akan ada artinya bila kehidupan tidak lagi dijaga. Masa depan seolah begitu cerah menantinya, karena hidup hanya untuk orang-orang yang memiliki motivasi hidup yang tinggi serta menghargai segala apa yang telah didapatkannya. Tuhan selalu memberikan kehidupan kedua bagi orang-orang yang menghargai hidup serta menjaganya. June,2011

BERTAHUN-TAHUN MENGALAMI GANGGUAN IRAMA & PENYUMBATAN PADA PEMBULUH JANTUNG

Bukan sedikit waktu yang dilalui tanpa rasa sakit didada bagian kiri bapak Muhidin Nazar (53). Irama jantungnya kadang terasa begitu cepat hingga tubuh terasa lemas. Rasa panik dan malas berinteraksi dengan kerabat dan kolega membuatnya seolah tak lagi memiliki gairah tuk jalani hidup lebih lama. Hidup seolah tidak berwarna, diam dan termenung dalam sepi dan kesunyian. Bapak dengan dua putra ini pun mencoba banyak metode pengobatan. Dari medis hingga alternative. Dari beberapa rumah sakit besar di Jakarta hingga swasta pun tak lepas dari daftar kunjungannya tapi lagi-lagi dokter mengatakan jantung dalam keadaan baik-baik saja. Tapi walau dinyatakan demikian dokter tetap meresepkan beberapa jenis obat tuk diminum tiap harinya. Ditahun yang sama; 2009, bapak keturunan arab-jawa itu pun melakukan beberapa pemeriksaan dari EKG, echo serta CT Scan, dokter mengatakan ada masalah sedikit dengan jantung pak Muhidin Nazar. “Tapi yang membuat saya kesal kenapa selama ini dokter Cuma bilang saya sakit maag” begitu tutur bapak penggemar sate kambing tersebut. Kebiasaannya menkonsumsi daging kambing hingga lebih dari 1 kg sehari, mungkin itu yang menyebabkan intensitas kerja jantungnya semakin melemah. Darah yang kental karena lipid / lemak dalam darah yang banyak membuat kekentalan darah semakin cepat hingga serangkaian gejala nyeri didada kiri, napas agak berat; tidak bisa jalan jauh / menanjak telah membuatnya lebih senang berdiam diri. Bahkan bisnis matrial / bahan-bahan bangunan yang telah lama dirintisnya mengalami penurunan karena beliau sudah merasa lelah dan tak ingin melakukan hal-hal lainnya.

Berbekal obat dari dokter dan serangkaian jamu dari alternative, dijalaninya ketidaknyamanan hingga beberapa tahun. Tahun 2011 tepatnya dibulan maret, istri bapak muhidin melihat suatu program metode pengobatan alternative oleh klinik hirudo disalah satu televisi swasta. Berawal dari sanalah akhirnya pak Muhidin memutuskan tuk mencoba metode terapi dengan menggunakan lintah tersebut. Postur yang tinggi besar, bahkan cenderung obesitas dan raut wajah yang cukup serius; terkesan tidak ramah, itu disebabkan kondisi psikis bapak tersebut memang tidak stabil, sakitnya yang cukup berat membuatnya berada dalam posisi kebimbangan antara keinginan hidup tapi kondisi selalu berkata lain. Terapi pertama terkesan biasa saja, belum ada perubahan yang signifikan, sempat keluar ucapan yang terkesan ragu akan metode pengobatan di hirudo. Walau begitu kami memaklumi karena kondisi psikis bapak tersebut. Minggu kedua perubahan pun terjadi. Pak Muhidin merasa napasnya lebih lega, dan nyeri didada kiri pun sedikit berkurang. Kelugasannya dalam berkomentar membuatnya terkesan sangat jujur dalam mengomentari suatu perubahan. Kondisi pak Muhidin naik turun, kadang tubuhnya terasa begitu enak atau bahkan sebaliknya. Situasi ini terjadi karena proses herbal yang sedang membersihkan saluran dalam darah, proses dibuat perlahan, karena kapasitas tiap pasien dalam mencerna herbal tidaklah sama, tergantung pada metabolisme tubuh seseorang.

Dua bulan terapi dijalani, sulit diungkapkan lewat kata-kata. Pak Muhidin terlihat begitu bahagia. Senyum merekah. Caranya berpenampilan pun lebih rapi dan fress. Ketika diminta datang sebagai tamu dalam talk show di Medika Natura; salah satu program kesehatan disalah satu televisi swasta, pasangan suami istritersebuttanpa ragu mengiyakannya. Dan mereka pun membuktikan dengan mengatakan apa adanya. Atas segala kesembuhan dan kenyamanan yang telah diraihnya dengan penuh kesabaran. Senmua memang telah diatur oleh jalan takdir Tuhan, tapi alangkah bahagianya bila kita mampu menghargai hidup dengan cara menjaga kesehatan sesuai batas kemampuan yang kita miliki. Tuhan memberikan kita hidup kedua ;terlepas dari maut pasti ada maksudnya ; agar kita mampu memperbaiki segala yang salah dimasa lalu dan menjadi lebih baik untuk diri kita sendiri, keluarga serta untuk orang lain. June,2011

HIDUP DENGAN CARDIOMYOPATHIES PEMBESARAN JANTUNG / JANTUNG BENGKAK )

Mudah cemas dan terkejut bila mendengar bunyi atau benda-benda jatuh yang mengeluarkan suara, walau pun terkesan biasa hal seperti itu jangan disepelekan. Cuek dan seolah bukan hal yang serius; itulah respon awal yang dilakukan ibu Marisa 49 tahun. Beliau mengira rasa lemas, cemas dan mudah kaget hal yang biasa, tapi dengan proses waktu irama jantung seolah tak menentu dan hingga membuatnya melepas aktivitas dan rutinitasnya tiap hari. Senam aerobic kegemaran ibu dengan lima anak ini pun harus ditinggalkan. Kondisi fisik yang menurun membuatnya begitu lemah. Tak nyaman melihat kondisi sang ibu, anak sulung ibu marisa tersebut pun membawa ibunya kesalahsatu rumah sakit swasta dijakarta utara. Disana dilakukan beberapa pemeriksaan, satu diantaranya dilakukan EKG. Dengan dokter yang berpengalaman, serta merupakan dokter yang memang secara khusus biasa menangani kesehatan keluarga ibu Marisa tersebut. Cardiomyopathis (pembesaran jantung / jantung bengkak); begitu dokter menjatuhkan diagnosa pada ibu berdarah jawa ini. Pembesaran jantung memang menyerang pada otot jantung itu sendiri. Seseorang yang terserang penyakit ini mengalami pembesaran secara tidak normal, dan bahkan menjadi kaku sehingga kehilangan elastisitasnya. ini membuat jantung jadi memompa secara tak normal. Bila dibiarkan kondisi tersebut berangsur lama hingga bertahun-tahun maka bisa berakibat gagal jantung. Mendapatkan penjelasan begitu gamblang dari dokter tersebut mau tak mau memaksa ibu marisa menebusbeberapa macam obat yang telah diresepkan dokter padanya. Mual karena harus meminum beberapa jenis obat jantung yang aromanya bikin pusing membuat wanita berkulit sawomatang ini kesal. Seolah tak mendapatkan solusi, emosi ibu berambut pendek ini pun makin hebat. Ada saja hal-hal yang dilakukan suami ataupun anak-anaknya yang mengundang amarahnya, sungguh situasi yang tak menyenangkan.

Akhir februari, 21 2011. Sekembalinya menjemput anak sulungnya dari bandara, sang anak meminta ayahnya untuk singgah ke Mall Seasons City Jakarta barat, ibu Marisa sempat bingung karena anaknya tidak menjelaskan bahwa dirinya dibawa ke klinik Hirudo adalah untuk diterapi, ibu Marisa sempat menangis karena jijik dengan hewan berlendir itu ketika dilakukan terapi. Selang 30 menit terapi dengan menggunakan lintah itu pun selesai. Kunjungan kedua ibu Marisa lebih berani, cukup ditemani sang suami rasa jijik dengan lintah jenis rawa itu pun seolah memudar. Ada rasa lega walau belum begitu banyak, napasnya lebih teratur. Kunjungan ketiga beliau semakin segar, diakuinya kini telah aktif lagi dengan aktivitasnya seperti dulu, hanya saja jenis olahraganya tidak lagi aerobic tapi diganti dengan yang lebih ringan. Dengan proses terapi yang bertahap ibu Marisa mampu merasakan kecemasan hati yang mulai pudar, irama jantungnya pun tidak lagi sekacau dulu, semuanya berangsur membaik, menurutnya yang terpenting adalah menjaga hati untuk tetap sabar dan telaten bila kita memutuskan untuk mengikuti suatu metode pengobatan, begitu pesannya. Kini ibu Marisa telah sehat, dengan terapi dan meminum herbal selama dua bulan beliau berangsur pulih. Obat dokter pun tak lagi diminumnya. Walau begitu masih ada hal-hal seperti mengangkat beban terlalu berat tidak boleh lagi dilakukannya, menjaga pola makan dengan cara mengurangi garam dan kandungan lemak dengan kandungan kolesterol LDL yang tinggi, serta menjaga Lingkungan agar selalu bersih dan sehat. Bagaimana pun menjaga itu akan lebih baik daripada mengobati. June,2011

HIPERTENSI YANG MENAHUN MEMBAWAKU PADA DIAGNOSA “JANTUNG KORONER”

Tekanan darah tinggi / yang biasa disebut dengan hipertensi adalah suatu gambaran tekanan darah yang meningkat secara abnormal. Tekanan darah biasanya naik secara singkat selama latihan fisik / kegembiraan emosional; tidak tergantung pada detak jantung itu sendiri. Umumnya tekanan darah cenderung meningkat ketika seseorang semakin tua. Banyak resiko yang mengancam kehidupan karena tekanan darah yang cenderung tidak stabil. Tekanan darah normal sangatlah penting untuk menjaga darah yang mengalir kejaringan secara memadai, jika tekanan darah terlalu tinggi, ada risiko pembuluh darah menjadi rusak, mengakibatkan pembentukan plak dan hambatan, hingga rusaknya organ-organ penting seperti ginjal, tetapi bila tekanan darah terlalu rendah pun akan berakibat buruk pula karena jaringan tidak mendapat cukup oksigen dan nutrisi untuk bekerja dengan baik.

Gambaran di atas adalah sekilas betapa berpengaruhnya hipertensi dalam membentuk dan mempengaruhi kerusakan pada otot jantung karena stenosis (penyempitan) arteri koroner. Sama halnya pada bapak usia 66 tahun ini, beliau sudah lama menderita hipertensi, bagi kebanyakan orang hipertensi adalah hal yang biasa, dapat menyerang siapapun, menjadi sesuatu yang lumrah, walau banyak berakhir pada kematian tapi masyarakat tidak terlalu memperdulikannya. Termasuk pak Mahmud ini. Masuk rumah sakit diakhir agustus empat hari menjelang hari raya idul fitri, 2011. Awalnya pak Mahmud dan keluarga tidak menyadari bahwa bahaya besar sedang mengancam, badan lemas berkeringat, rasa panas didada dan tekanan darah yang biasanya diatas normal (lebih dari 140/90 mm Hg) kini tiba-tiba drop; turun secara berlebih. Sebagai penderita hipertensi yang cukup lama hal seperti ini kerap terjadi. Lagi-lagi karena merasa biasa sering diabaikan hingga terjadi serangan. Setelah mendapatkan tindakan medis disebuah klinik, pak Mahmud pun dilarikan kesebuah rumah sakit besar di Cikarang Bekasi. Nasib mujur masih berpihak padanya, setelah tiga hari terbaring diruang ICU, beliau pun minta perawatan dirumah saja, alasannya karena ingin berlebaran dengan keluarga, melihat keinginan keras pak Mahmud dokter pun mengijinkan walau hasil EKG dan echo menandai ada hal yang serius pada bapak berdarah sunda ini.

Tiga minggu pasca keluar dari rumah sakit besar di Cikarang, lagi-lagi pak Mahmud pun dilarikan kerumah sakit yang sama, dengan kasus yang sama pula. “jantung koroner” hasil diagnosa dokter, tindakan lainnya adalah pemasangan ring / sten. Karena merasa takut akan proses PTCA (percutaneous transluminal coronary angioplasty); merupakan satu dari dua prosedur revaskularisasi standar untuk membuka arteri koroner yang menyempit (stenotik) atau tersumbat, akhirnya lagi-lagi beliau minta pulang kerumah untuk berobat jalan. Walau dengan obat yang harus diminum seumur hidup tapi seolah tidak ada kepastian untuk sembuh semakin membuat bapak yang pendiam ini bimbang, tidak tahu harus berbuat apa karena merasa tidak memiliki solusi.Oktober, 08 2011, pak Mahmud datang ke Terapi Hirudo, sama dengan pasien lainnya, beliau hanya ingin tahu dan berkonsultasi. Ada rasa ketertarikan pada metode pengobatan dengan herbal dan terapi lintah, membuat beliau memutuskan untuk mencobanya. Ada harapan yang seolah tersimpan dihatinya, beliau merasa berjodoh, walau hasil terapi dengan lintah belum banyak reaksi tapi perubahan itu tetap ada, dada yang panas terasa agak sejuk, dinginnya terasa karena selama ini dada bagian tengah sering merasa panas macam terbakar. Tidak sia-sia rasanya informasi yang didapat sang anak, karena kebetulan info tentang hirudo itu sendiri didapat dari seorang mantan pasien diklinik hirudo yang kebetulan orangtua dari teman anak pak Mahmud.Saat ini adalah masuk minggu ke enam pasca terapi di hirudo (selesai 26 November 2011 nanti), kondisi pak Mahmud semakin pulih, dan beliau pun semakin bersemangat untuk memulai hidup sehat dengan cara mengurangi garam dan makanan yang sekiranya dapat memicu tekanan darahnya naik, sisa dua minggu masa pengobatan namun kondisi pak Mahmud telah pulih, tapi terapi herbal dan lintah harus tetap diselesaikan hingga tuntas, tujuannya adalah agar kondisi jantung pak Mahmud pulih secara maksimal

MENGALAMI “STENOSIS ARTERI KORONER” KARENA TINGGINYA KOLESTEROL LDL & TRIGLISERIDA

Stenosis arteri koroner adalah penyempitan yang terjadi diarteri koroner akibat tersumbatnya aliran darah yang membawa nutrisi dan oksigen ke area jantung. Bila otot jantung tidak mendapatkan suplai itu maka akan terjadi kematian jaringan. Penyumbatan terjadi karena banyak factor; pola hidup dari makanan, malas berolahraga atau bahkan merokok. Kelebihan kolesterol karena pola makan yang tidak benar memang sangat berpengaruh pada proses penyumbatan pada arteri koroner. Kolesterol itu sendiri adalah zat lembut yang menyerupai lemak yang biasanya ada dalam sel tubuh, jaringan dan darah. Zat ini merupakan komponen mendasar dari selaput sel dan penting untuk struktur dan fungsi sel tubuh. Kolesterol juga adalah bahan dasar pembentuk beberapa hormon untuk pengaturan fungsi tubuh yang vital dan asam empedu untuk mencerna makanan.Hanya sejumlah kecil kolesterol yang diperlukan untuk mempertahankan kesehatan fungsi tubuh, akan tetapi tingkatan kolesterol yang sangat tinggi di dalam darah akan menumpuk pada arteri dan menyebabkan penyakit arteri koroner, khususnya serangan jantung. Dengan demikian kolesterol yang tinggi merupakan factor risiko koroner utama. Bila tingkatan kolesterol meninggi dari 175 menjadi 330 mg/dL, risiko serangan jantung meningkat hampir 4 kali. Ada juga trigliserida, ini pun penyebab lain masalah jantung koroner, tapi tidak sehebat kolesterol. Trigliserida ini dapat ditekan dengan cara menurunkan berat badan, dan mengurangi makan berlemak.

Kalau beberapa opsi di atas diikuti tapi seseorang tersebut pecandu rokok, intinya sama bahayanya, siapa pun dapat mengalami ini. Sama halnya dengan pak Dony. Di usia 49 tahun, Bapak berdarah jawa ini sering merasakan ketidak nyamanan dengan jantungnya, walau beliau rajin berolahraga dan menjaga pola hidup tetap saja mengalami hal mengganjal dalam dadanya. Ada rasa panas dan napas agak berat bila melakukan aktifitas. Pekerjaannya yang begitu menuntut konsentrasi disebuah lembaga pemerintahan kadang membuat dirinya mudah sekali stress karena sebuah rutinitas yang melelahkan; menghilangkan penat dengan cara merokok, hingga akhirnya menjadi seorang perokok berat.Posisi beliau yang penting dipemerintahan, membuatnya sesegera mungkin untuk lekas sembuh karena banyak pekerjaan yang menuntut campurtangan beliau. Setelah EKG echo bahkan treadmill disebuah rumah sakit ternama di Jakarta, hasil menyatakan baik-baik saja, tapi kenapa yang dirasakan begitu banyak. Gejalanya semua sama dengan penyakit jantung koroner, karena penasaran beliau melakukan CT Scan, dari hasil penjelasan dokter memang ada indikasi yang mengarah kesana, tapi belum terlampau serius; begitu dokter menjelaskan.Merasa was-was karena takut bila tiba-tiba mendapat serangan pada jantungnya, bapak bertubuh tinggi itu pun mencari info pengobatan alternative yang begitu sering didengarnya. Nama yang begitu familiar “klinik hirudo” terapi herbal dan lintah. Dulu nama itu tidak terlalu diperdulikannya, karena saat itu beliau masih terlihat sehat. Berbeda jauh dengan yang sekarang, walau sudah berhenti total dari rokok tapi tetap saja semuanya meninggalkan sisa yang tidak bisa dianggap sepele.

Tepat tanggal 17 Oktober 2011, bapak yang berpostur tubuh tegap ini mengikuti terapi di klinik hirudo, dari herbal dan terapi dengan media lintah pun diikutinya, tidak ada rasa jijik dan takut karena beliau bertekad ingin sembuh. Dari tiap botol herbal yang dikonsumsi punya rasa dan reaksi yan bervariasi, dari hambar, agak semu manis atau bahkan agak sedikit pahit.Awal minggu-minggu pertama reaksi herbal begitu sulit diterima, banyak pasien yang jumpa dengan pak Dony bercerita kalau reaksi herbal terasa begitu nyaman, tidur pun nyenyak. Tapi kenapa berbanding terbalik dengannya; badan bapak satu ini sering pegal-pegal dan kadang susah tidur, dalam hatinya mulai ada rasa ragu, antara melanjutkan kah atau tidak.Akhirnya diminggu ke-4, mulai terasa perubahan, tidur mulai nyenyak, badan terasa segar ketika bangun tidur, napas pun terasa agak plong. Sesi pertama (menghabiskan 8 botol herbal) telah selesai, kini untuk sesi ke-2 dibuangnya rasa ragu yang sempat menggoyahkan hatinya pada saat itu. Saatnya untuk memutuskan pilihan terbaik, karena ini adalah sebuah pilihan menuju kesembuhan.

Wawan (53 thn) Jantung Koroner 1 Ring

Setelah 1 ring terpasang, masih dirumah sakit, keadaan tidak bertambah baik. Ternyata jantung saya harus dikateter ulang untuk dicari apa masalah yang menbuat sakit, nyeri itu belum juga hilang. Tapi saya berpikir untuk pulang dan mungkin perlu waktusampai benar-benar menbaik kembali. Tiga bulan berlalu keadaan sama saja. Akhirnya saya mencoba terapi di Klinik Hirudo, pada terapi ke-4 satu persatu keluhan saya mulai hilang dan pada terapi ke 8 kerja jantung saya telah normal kembali. Benar-benar satu metode pengobatan yang cukup baik untuk penyakit jantung koroner. January 2010

Gina (32 thn) Katup Jantung Bocor

Dalam tiga tahun terakhir saya ini harus sering ke rumah sakit untuk mengobati penyakit jantung saya menurut dokter, katup bocor. Bermacam-macam obat telah saya minum termasuk 2 butir viagra per hari tapi keadaan tidak kunjung sembuh. Jari tangan dan bibir masih tetap membiru, nafas sulit diatur kadang tenaga bisa hilang tanpa sebab. Jujur, sangat tidak berwarna hidup ini bagiku. Disarankan oleh Papa, saya mulai mengikuti terapi di Klinik Hirudo, botol herbal pertama telah kurasakan di kuku jari-jariku mulai tidak biru lagi. Mulai terapi, obat kimia tidak lagi saya minum. Saya ikuti terapi ini sampai 24 kali dalam tiga bulan hasilnya sangat banyak kemajuan, irama jantung sudah normal kembali. kalau persentase mungkin bisa mencapai 80 persen. Kadang bila terlalu lelah masih ada timbul biru dibibir dan jari-jari tangan tapi dalam 5 – 10 menit keadaan kembali normal. Mudah-mudahan keadaan ini akan terus bertahan. January 2010

Sri Wahyuni (63 thn) Gangguan Irama jantung

Penyakit jantung, gangguan irama jantung menurut dokter, ini telah saya alami selama 4 tahun, tidak bisa tidur bila malam karena detak yang kadang kencang sekali, lain waktu bisa berhenti. Sudah tidak ada rasa takut lagi dengan keadaan ini di 2 tahun terakhir. Rasa sakit kadang-kadang timbul bila baru dari kamar mandi. Setelah saya ikuti terapi di Klinik Hirudo yang ke-10 kali keadaan kerja jantung saya telah normal kembali seperti sebelum sakit. Tadinya sewaktu dibawa anak saya ke klinik saya berpikir mana mungkin bisa diobati dengan cara terapi lintah dan herbal, nyatanya pendapat saya salah. February 2010

Bondan (51 thn) Jantung Koroner

Saran dari dokter, jantung saya harus di by pass. Setelah dikateter ada empat jalur yang terjadi penyempitan dari 70 s/d 100 %. Saya paling takut di operasi kalau masih dianjurkan pasang ring saya masih mau, tapi operasi ? Tunggu dulu. Rasa tercekik, sakit dan nyeri terus-terusan terjadi hampir setiap hari. Suatu saat istriku bilang ada terapi Klinik Hirudo khusus penyakit jantung, itu adalah satu kata yang menbuat saya gembira, tidak merasakan sakit yang pada saat itu mendera. Tidak terasa sudah 24 kali saya mengikuti terapi di Klinik Hirudo, pada akhirnya memang saya tidak perlu tindakan medis dari rumah sakit. Kehidupan saya telah normal kembali. February 2010

 

H Samsul (44 thn) Jantung Koroner

Selesai dikateter ,keputusan dari dokter tidak bisa dilakukan by pass maupun tindakan lain, karena fungsi kerja jantung sangat lemah, tidak boleh ada tindakan kalau keadaan tidak mau menjadi tambah buruk, rujukan dari dokter daerah Jakarta untuk di by pass. Saat itu benar-benar untuk jalan saja, saya rasakan sudah satu upaya yang sangat berat. Tidur kepala harus diganjal 3 bantal. Sudah 6 bulan sejak pemeriksaan, saya ke klinik Hirudo. Diterapi dan pada botol herbal ke dua keadaan saya mulai ada perubahan tidur sudah bisa dengan 1 bantal dan bisa tidur. Makan mulai ada nafsu. Rasa sesak sudah berkurang. Yang paling mengembirakan adalah hubungan suami istri sudah tidak ada masalah, tadinya benar sudah tidak ada kemampuan lagi. Saya mengikuti terapi ini sampai 24 kali dan hampir semua keluhan sudah hilang , memang kadang sewaktu terburu-buru masih ada rasa sesak dan nafas pendek. Keadaan ini sudah jauh lebih baik daripada tidak bisa apa-apa seperti sebelum terapi. February 2010

 

Lisa (56 thn) Jantung Koroner 1 Ring

Dari hasil cek terakhir, disarankan harus dipasang ring tambahan lagi. Padahal tahun lalu baru dipasang 1 ring. Atas saran keponakan saya untuk mengikuti terapi di Klinik Hirudo suatu pengobatan alternative khusus penyakit jantung. Setelah terapi yang ke tiga mulai ada perubahan yang tadinya untuk berdiri dari kursi saja sudah capek sekali, saat ini untuk naik tangga ke lantai dua, masih capek, tapi tidak terlalu lagi. Rasa sakit yang seperti ditusuk-tusuk jarum di dada sudah mulai hilang, keringat waktu tidur juga sudah hilang. Buang air besar mulai membaik setiap hari, badan segar bisa olaraga setiap hari. Pada terapi ke 16 keadaan jantung saya sudah baik kembali. Ternyata masih ada cara lain selain pasang ring.

Maret 2010

Timotius (55 Thn) Jantung Koroner

Sebelum saya kenal Klinik Hirudo hampir setiap hari bila terjadi serangan yang ada dalam benak saya adalah, bisakah saya melewati ini tanpa harus di bawa ke rumah sakit? Sakit dan nyeri mendera 1 s/d 3 kali dalam satu hari tidak juga pulih siang maupun malam. Padahal tidak pernah lupa minum obat dari dokter. Penyakit jantung koroner ini telah 4 tahun, satu tahun belakangan ini sungguh saya sangat menderita. Bersama istri saya mencoba terapi di klinik Hirudo, memang pada botol herbal pertama belum ada reaksi yang jelas malah kepala saya jadi sakit. Tapi pada botol herbal ke-3 keadaan jantung saya sakitnya hanya bila malam hari saja, dalam masa terapi s/d yang ke-16 kali obat dokter tidak saya minum lagi. Tidak pernah ada lagi rasa sakit dan nyeri dijantung saya, Terima kasih Tuhan atas segala kesembuhan yang terjadi. Maret 2010

Sriyani (59 thn) Jantung Koroner

Jantung saya telah di by pass 1 tahun yang lalu. Tapi kondisi jantung saya mulai ada rasa yang tidak nyaman lagi, persis seperti awal sebelum kena serangan jantung yang akhirnya karena ada 3 penyumbatan 70, 78. 91 persen, saran dari dokter lebih baik di by pass dari pada dipasang ring. Saya coba cari di web (internet) apa ada cara lain untuk minimal menjaga agar jantung saya tidak perlu lagi dipasang ring, Di Klinik Hirudo saya coba ikuti terapi lintah dan minum ramuan herbal sebanyak 8 botol dalam masa 1 bulan, Rasa nyeri/sakit didada kiri nafas pendek, keringat bila malam hari dan sulit tidur. luar biasa, semua keluhan saya telah hilang. Terima kasih Klinik Hirudo. Maret 2010

 

Rizal (65 Thn) Ex By Pass

Baru 10 bulan jantung saya di by pass, dada kiri Kanan panas sampai ke batang leher rasanya seperti tercekik, malam hari bisa ganti 3 helai baju kaus yang sebentar-bentar basah oleh keringat. Tenaga hilang dan tidak bisa makan, sulit tidur kadang sakit disekitar jantung bila naik tangga atau kerja agak berat. Diterapi keempat kalinya keadaan saya mulai baik ditandai oleh rasa panas yang mulai berkurang dan pada malam hari bisa tidur, saya ikuti terapi sampai 16 kali dan semua keluhan maupun rasa sakit sudah tidak ada lagi. Rupanya masih ada cara lain selain tindakan medis. Maret 2010

 

Hanafi (56 thn) jantung Koroner

Sudah 6 bulan ini dada kiri sakit seperti ditindih beban yang amat berat. Kadang narik nafas tidak nyambung tangan berkeringat kaki kesemutan kalau jalan seperti robot. Saya mengikuti terapi herbal selama 16 kali dalam 2 bulan, pada botol herbal ke 4 keadaan pernafasan saya mulai menbaik, sakit didada kiri dan rasa tertusuk yang tembus kebelakang sudah tidak terasa lagi. Dari hasil pemeriksaan dokter 2 minggu selesai terapi, kondisi jantung saya dinyatakan tidak ada gangguan lagi. April 2010

 

 

Komentar para pasien gangguan penyakit jantung:

Pasien katup jantung :

  • Ripky Arlelli umur 25 thn. Mulai 20 june 09 selesai terapi 18 agustus 09
    Di klinik hirudo lah penyakit katup jantung saya bisa disembuhkan secara tuntas.

Pasien penyumbatan jantung koroner 73,95 & 100% :

  • Rusmadi umur 47 thn. Mulai 4 juli 09 selesai terapi 29 agustus 09
    Satu-satunya tempat yang bisa menyembuhkan penyakit jantung yang kronis.

Pasien jantung koroner :

  • E Tambunan umur 53 thn. Mulai 25 juli selesai terapi 16 september 09
    Secara keseluruhan tidak ada lagi gangguan pada jantung saya.

Pasien jantung koroner :

  • Syamsiah Hafied umur 61 thn. Mulai 31 juli 09 selesai terapi 19 september 09
    Luar biasa, akhirnya jantung saya bisa bekerja normal kembali.

Pasien jantung koroner :

  • Latif Gunawan 60 thn. Mulai 20 agustus 09 selesai terapi 12 october 09
    Klinik Hirudo manpu menyembuhkan sakit yang sangat di jantung saya.

Pasien jantung koroner [2 ring] :

  • Pepen Effendi 50 thn. Mulai 29 agustus 09 selesai terapi 7 october 09
    Akhirnya tidak diperlukan ring tambahan lagi dijantung saya.

Pembayaran

Pembayaran

Klinik Hirudo